MALANG LOVE STORY

Sunday, November 20, 2016

Amanda Ramona: Penipuan mengatasnamakan PT.PLN (Persero)

Amanda Ramona: Penipuan mengatasnamakan PT.PLN (Persero): Dini hari lalu saya baru bangun tidur di kejutkan sebuah pesan dari e-mail perekrutan PT.PLN (Persero) mengenai ferivikasi pekerjaan yang ...

Saturday, November 19, 2016

Penipuan mengatasnamakan PT.PLN (Persero)

Dini hari lalu saya baru bangun tidur di kejutkan sebuah pesan dari e-mail perekrutan PT.PLN (Persero) mengenai ferivikasi pekerjaan yang saya kirimkan dua hari yang lalu.
Saya merasa sangat bahagia karena dapat panggilan kerja dari kantor pusan PT.PLN (Persero) yang ada di Denpasar Bali. Sebelumnya saya tidak berfikir panjang, dan langsung menemui ibu saya yg kebetulan bekerja jadi baby sister di rumah tetangga. Mendengar kabar yang saya bawapun ibu saya merasa sangat gembira. Saya memberitakan bahwa saya dapat panggilan resmi dari balasan emailku kemarin lusa pengatas nama PT.PLN. Ibu saya langsung menyuruh saya menemui ayah saya yang bekerja sbagai buruh tani di tetangga saya. Mendengar kabar itupun ayah saya langsung menyetujui. Karena saya menjelaskan bahwa dari pihak PT.PLN menginginkan saya berangkat keesokan hari setelah email di terima, semua biaya seperti pulang pergi, makan, hotel dan antar jemput untuk sementara waktu di tanggung perekrut, dan ada abal" sesampai di sana akan di ganti sebelum tes/interview di adakan. Sekejap itu kedua orang tua saya setuju. Sesampai di rumah saya mencoba membaca ulang balasan email atas nama PT.PLN tersebut dan disitu saya menemukan kembali bahwa jika perekrut bersedia memenuhi panggilan wajib sms pada HRD (085213202977) dengan format PT.PLN-NAMA/No.Peserta-HADIR/TIDAK. Seketika itu saya langsung mengirimkan sms berupa format tersebut. Tak berapa lama saya mendapat balasan yang intinya berisi disuruh menghubungi pihak tiketing yang bernama EDY G*****N S.kom (085217777454). Setelah saya menghubungi beliau awalnya telfon saya tidak di angkat. Terus saya tlvn lagi sampai akhrnya di angkat dan si Edy pun bilang kalau saya di suruh menelfonnya stengah jam kemudian. Mungkin awal modus si edy buat mangsanya tuh. Saya masih percaya aja tuh sama kata-katanya. Setelah setengah jam saya menunggu akhrnya si edy mengagkat telfon. Dan dia mencoba memastika kmbali bahwa saya bersedia mengikuti tes wawancara esok hari. Setelah saya meng iyakan  edy pun mulai beroprasi. Dia menjelaskan bahwa keberangkatan atas biaya di tanggung smentara oleh perekrut dan nantinya akan ada penggantian dari pihak perusahaan sebelum masa tes berlangsung. Yang meliputi biaya Pulang Perrgi, hotel, konsumsi dan biaya antar jemput dengan total IDR: 2.750.000,- dalam selang waktu satu jam harus bisa di transfer. Saya langsung melongo dengan modus si edy. Sedangkan saya berfikir dari mana saya mendapatkan uang sebanyak itu? Sedang saya tidak kerja dan orang tua saya hanya buruh tani. Dasar edy tidak punya hati..!! Tapi kata" edy saya iyakan saja dan saya minta tambahan waktu setengahbjam buat konfirmasi dengan orang tua. Setelah saya kembali konfirmasi ke orang tua. Mereka smua melongo, mungkin mreka berfikir uang segitu sangat banyak bagi kami dari mana mendapatkannya. Sontak mau pinjem sama tetangga. Ternyata tetangga mengingatkan bahwa itu terkadang sbuah modus penipuan. Dan seketika itu sama tetangga saya langsung di tlfonkan kantor pusat PT.PLN (Persero) di Denpasar Bali bahwa kantor pada hari itu tutup. Langsung tetangga saya menghubungi salah satu temannya untuk kebenaran berita tersebut. Dan ternyata tidak ada perekrutan untuk saat ini di kantor mana pun dan dapat informasi bahwa perekrutan tdk memungut biaya apapun termasuk biaya hidup slama tes dan biaya pesawat dan rekruitmen sah dari PT.PLN (Persero) pengumumam pendaftaran dan penerimaan haya lewat website resmi www.pt.pln.co.id atau lewat surat kabar dan radio. Sontak saya sudah tidak percaya sama si edy. Ya gitu deh langsung saya modus balik tuh si edi. Saya meminta keringanan atas biaya keberangkatan karena keluarga saya ada di denpasar dan keluarga saya bersedia menampung saya slama saya di denpasar jadi tidak perlu ke hotel dan konsumsi. Tuh uang jangan dihamburin. Boros kan temennya setan..!! Hhhhaa. Lalu edy memberi keringanan hanya sampai Rp1.500.000,- saya langsung meminta perincian kembali. Setelah di perinci katanya untuk tiket pesawat pulang pergi dan penjemputan saja. Trs saya bilang lagi. Kan Denpasar banyak sanak saudara jadi saya tidak perlu di antar atau di jemput. Saya minta biaya keberangkatan nya saja. Kalo tidak saya akan pesan tiket sendiri ke airport. Ternyata si edy bilang itu sudah prosedur perusahaan dan melalui dialah dapat membeli tiket itu dan katannya setelah uang di transfer ke rekening yg katanya milik bendahara PT.PlN Guna penggantian dana akan di revisi setelah biaya transfer di terima. Yah gue modusin aja udah tak transfer.. padahal sih belum.. edy nya nanya barusan di cek kog blm ada transferan? Dalam hati saya bilang. Ya iyha lah. Wong gue modusin lu balik.. dasar penipu.
Mana ada surat resmi PT.PLN tapi nomor bawah pt bukan nomor perusahaan melainkan nomor hp pribadi.. penipuan kurang berkelas juga tuh. Meskipun paper yg di gunakan udah ok paki logo pln. Tapi smoga pembaca tidak tertipu sma ulah oknum seperti itu. Smoga pengalaman saya bermanfaat.

Saturday, February 6, 2016

Malang Love Story

Rintikan hujan tak kunjung reda, membuat udara semakin mencengkram di ruas-ruas tulangku. Aku pun bergegas mandi dan menghangatkan tubuh. Dan memutuskan untuk tidur.
Keesokan harinya aku melakukan rutinitas sperti biasanya. Bangun pagi dan keskolah. Disekolah aku begitu antusias dan penuh semangat. Meskipun trkadang banyak ksulitan dan kesalah fahaman, aku tetap tersenyum mengadapi semuanya. Lagipula banyak sahabat yang setia menghibur dan membantuku. Siang menjelang bel pulang skolah hp ku bunyi.
"Halo."
"Iya.Halo. Ini disya kan?"
"Iya. Ini siapa ya?"
"Aku Arul. Yang kemarin sama Dandi."
"Maaf. Kamu yang mana ya. Soalnya yang aku sapa kmarin kan cuma dandi."
"Aku yang di sebelahnya Dandi yg minjemin hp buat nulis nomor kamu."
"Owh itu. Tapi aku gak tau jelas sama kamu."
"Gakpapa kog. Lama kelamaan juga pasti ngerti. Oh yha. Aku ganggu waktu kamu gk..?"
"Oh gk. Kebetulan ini udah mau pulang skolah. Kamu sndiri gak skolah?"
"Skolah sich tadi pagi. Tapi udah pulang."
"Skolahmu enak ya. Jam segini udah pulang."
"Iya soalnya mau ada event di skolah."
"Ya udah. Aku mau lanjutin belajarku rul."
Semenjak saat itu aku dan Arul sering telfon. Dua minggu berlalu. Tiba-tiba saja nomor tanpa nama menelfonku.
"Halo.."
"Hai disya. Lagi apa kamu. Kog lama amat jawab tlfonku."
"Maaf.. ini siapa ya.?"
"Masa kamu lupa sama suaraku. Aku Dandi."
"Eh kamu."
"Kamu save ya nomrku. Biar nambah temen."
"Okay."
"Btw.. kamu kog cuek si.. takut ada yg marah?"
"Enggk kok. Malah takutnya kamu yg di marahin sama yg punya."
"Aku masih single. Dan masih mencari yg pas aja."
"Oh gitu."
"Kapan-kapan main yuk. Ya itung-itung buat hari persahabatan kita."
"Gimana ya.?! Bukan nya gak mau. Tp sekarang aku kan kelas 3. Jadi... Banyak Tugas yg harus di slesain. Bentar lagi kan ujian."
"Ya udah deh. Lain kali aja gpp."
"Udah dulu ya. Aku masih banyak tugas ini."
"Bey.bey sya.."
"Okay."
Persahabat kian erat. Aku dan dandi hampir setiap hari saling kirim pesan singkat. Suatu ketika tiba-tiba dandi mengirim pesan.
"Disya... Entah apa yg terjadi. Semua  terjadi begitu saja. Saat itu menerpa bumipun terasa penuh warna. Langit-langit biru menghiasi pertemuan. Hidup terasa penuh kebangkitan. Terimakasih untuk kebahagiaan yg ada. Mungkin terlalu cepat. Tapi semakin lama semakin menyiksa. Maaf aku terlalu mengharapkan kasihmu."
Seketika itu aku bingung. Dengan smua penjelasan pesan dandi. Dan saat itu aku masih terpuruk karena masa lalu. Kini sudah datang masa baru. Tapi aku tak bisa untuk menjawab perasaan itu. Karna bagitu itu terlalu cepat. Dan masih sebulan yg lalu kita berkenalan. Berbagi misscall tak ku hiraukan. Karna aku benar-benar tak tau harus bagaimana menjelaskan pobiaku di masa lalu. Akhirnya aku kembali menuliskan pesan untuk Dandi.
"Maaf. Mungkin itu terlalu cepat untuk ku. Dan tolong beri aku waktu untuk menjelaskan smua perasaanku tentang itu. Untuk sementara jangan ganggu aku dulu."
***

Hembusan malam yg sunyi membuat hati ini semakin gelisah. Mungkin karna perasaan yg tak menentu. Tapi aku tidak bisa larut terus dalam kegelisahan ini. Karna memang tujuanku hanya untuk menjadikannya sahabat. Lalu aku berfikir untuk menelfon Arul. Mungkin dia bisa memberi solusi atau membantuku keluar dari masalah ini, lagi pula arul juga sahabat dekat Dandi. Pasti lebih tau soal Dandi.
"Hallo arul."
"Hallo. Iya sya.. ada apa?"
"Bagaimana kabarmu? Kog lama gk ada kabar. Takut cewekmu marah ya.?"
"Enggk kog. Aku masih sigle. Tumben kamu telfon?"
"Gpp.. gak boleh ya?"
"Boleh banget kog. Kamu lagi rindu aku ya?"
"Enggk juga. Bole nanya gak? Tp jawabnya harus jujur."
"Iya. Nanya aja. Bebas kog."
"Dandi itu orangnya gima sih?"
"Dia biasa-biasa aja."
"Maksut aku. Baik gk?"
"Baik."
"Kog gitu amat jawabnya. Meragukan."
"Habisnya kamu telfon cuma buat nanyain Dandi."
"Kenapa? Kamu gk suka?"
"Ya kamu klo mau nanya soal Dandi ya ke orangnya aja. Aku g ngerti apa-apa soal dia."
"Kamu kan temen deketnya, masa iya g tau?"
"Emmb...Kamu suka ya sama dandi?"
"Enggk kog."
"Bilang aja suka. Nanti tak sampein."
"Gk kog. Eh dia itu udah punya cewe belum?"
"Katanya gak suka. Tapi nanyanya sampe situ."
"Ya kan cuma nanya aja."
"Terserah kamu lah. Dan aku gak tau dia udah punya cewe apa belum. Kayanya belum."
"Kamu kan temen baiknya. Masa iya gk tau."
"Beneran aku emang gak tau. Coba kamu tanya sama dandi langsung aja."
"Gk lah.. nanti di pikir macem-macem."
"Ya dari pada kamu tanya aku terus jawabannya gk tentu."
"Kamu knapa sih. Kayanya gk suka kalo aku tanya soal itu?"
"Gpp. Lagi males aja buat ngapa-ngapain. Udah dulu ya. Mau istirahat aku."
"Ya udah lah. Slamat istirahat."

Beberapa hari setelah itu